FH Unud Gelar Musrenbang 2026: Tegaskan Efisiensi Anggaran dan Inovasi Program Berbasis IKU
DENPASAR — Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Kamis, 17 Juli 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Udayana. Agenda tahunan ini dihadiri oleh jajaran Dekanat, Wakil Dekan I dan II, para Koordinator Program Studi (Koprodi), serta perwakilan organisasi kemahasiswaan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tahun sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan serta pagu anggaran untuk tahun 2027.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FH Unud yang memberikan evaluasi menyeluruh sekaligus menekankan bahwa sistem kerja dan instrumen anggaran yang baru kini diterapkan secara lebih ketat. Meski regulasi belanja semakin disiplin, Dekan menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat sivitas akademika dalam berinovasi. Setiap Koprodi didorong untuk menghadirkan terobosan baru dan tidak sekadar mengulang program tahun lalu, serta memastikan seluruh kegiatan didasari oleh Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang jelas. Sebagai bentuk komitmen bersama, rangkaian pembukaan ini juga diwarnai dengan penandatanganan perjanjian kinerja antara Dekan dan para Koprodi.
Dalam sesi pemaparan teknis, Wakil Dekan I mengusulkan adanya pemetaan khusus penanggung jawab anggaran demi memperjelas pembagian tugas di tiap unit kerja. Sementara itu, Wakil Dekan II menyoroti masih rendahnya serapan anggaran pada triwulan kedua (TW2) yang disebabkan oleh perubahan rencana di lapangan serta beberapa POK yang masih terkunci, khususnya pada skema pengadaan. Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola belanja yang benar dan menyampaikan bahwa kebijakan paket meeting kini resmi dihapuskan baik di tingkat prodi maupun dekanat.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan menghimpun berbagai masukan dari program studi dan organisasi mahasiswa. Prodi Magister Kenotariatan berfokus pada persiapan re-akreditasi dan pencairan honor penguji, Prodi S1 menyoroti optimalisasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU 3) dan jurnal internasional, sedangkan Prodi S3 mendorong perbaikan sarana kelas seiring proyeksi kenaikan mahasiswa baru. Di sisi kemahasiswaan, DPM dan BEM mengusulkan efisiensi lokasi kegiatan di dalam kampus, penambahan CCTV, perbaikan akses jalan Kampus Jimbaran, hingga peremajaan fasilitas proyektor dan sound system, yang disempurnakan oleh aspirasi SCIL dan ALSA terkait penyesuaian anggaran kompetisi.
Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Musrenbang, Dekan FH Unud menegaskan kembali komitmen lembaga dalam mendukung setiap aspirasi yang masuk. Ia memastikan bahwa seluruh program kerja yang berbasis pada peningkatan dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas akan tetap diprioritaskan dan dapat dilaksanakan secara optimal.


UNIVERSITAS UDAYANA